Dibalik sebuah kata “Tekanan”
Hidup ini tak akan pernah lepas dari yang namanya permasalahan atau tekanan. Terkadang kita berpikir mengapa hidup ini memiliki banyak sekali tekanan. Namun sebenarnya, tekanan itu tak akan pernah muncul dalam hidup kita jika bukan Tuhan yang mengijinkannya. Kita dapat belajar beberapa hal dari kehidupan Hana. Tekanan yang dimiliki Hana berasal dari Penina, karena dirinya belum juga memiliki anak dan Penina menghina-hinanya.
Mengapa Tuhan mengijinkan tekanan-tekanan itu datang dalam hidup kita karena tekanan dapat menghasilkan beberapa hal seperti berikut:
1. Tekanan akan menghasilkan suatu yang disebut dobrakan dalam apa yang kita lakukan (tindakan).
Seperti apa yang dilakukan oleh Hana. Seperti yang dikatakan dalam ayat 1 Samuel 1:9-15, Hana berdoa seperti orang gila di bait suci. Itu adalah suatu tindakan yang belum pernah dilakukannya sebelumnya, walaupun setiap tahun Hana selalu berdoa di sana, sehingga membuat Imam Eli terkejut.
2. Mengosongkan diri
Mengosongkan diri, yaitu suatu titik dimana kita bisa menyadari bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita, itu adalah anugerah. Dalam kisah Hana, itu terjadi saat dirinya berkat bahwa jika ia dapat memiliki anak, itu adalah suatu anugerah dari Tuhan.
3. Penyerahan hak
Itu terjadi saat kita bisa menyerahkan apa yang sebenarnya hak kita, kepada Tuhan. Sama seperti Hana, sebenarnya anak yang akan dimiliki oleh Hana adalah haknya, adalah miliknya. Tetapi dia rela menyerahkannya kepada Tuhan sebagai suatu persembahan, yang disebutkan dalam 1 Samuel 1:28.
4. Persiapan/bekerja
Saat kita melakukan penyerahan hak, bukan berarti kita diam, tetapi kita tetap bekerja di dalamnya. Ayat 1 Samuel 2:19 menceritakan bahwa Hana pun melakukan persiapan. Setiap tahun ia membuatkan jubah untuk Samuel, dan memberikannya saat ia da suaminya sedang memberikan persembahan tahunan. Terkadang, jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari Tuhan, tetapi kita lupa akan persiapannya. Padahal sebenarnya, persiapan itulah yang menjadi satu aspek penting dalam kegerakan Tuhan dalam hidup kita.
Maka hasilnya adalah:
1. Mujizat
Mujizat terjadi saat ada orang-orang yang berharap, seperti Hana yang tetap berharap pada Tuhan, walaupun mungkin orang lain tidak mendukung, atau malah menghinanya.
2. Terjadi perubahan sejarah
Saat itu, Hana tidak tahu apa yang akan dihasilkan dari doa dan pengorbanannya. Tetapi seperti yang kita ketahui, doa Hana menghasilkan seorang Samuel, yaitusalah satu orang yang berdampak besar dalam sejarah Israel karena dialah yang memberkati 2 raja besar Israel. Hanalah yang membawa kebangunan rohani.
3. Pelipatgandaan
Setelah melahirkan Samuel, Tuhan mempercayakan anak-anak lain kepada Hana, itu menunjukkan bahwa Tuhan memang tidak berhutang.
Karena itu, jika sekarang kita merasa bahwa hidup kita terikat dalam suatu tekanan, yakinlah bahwa Tuhan yang mengijikan tekanan-tekanan itu ada dalam hidup kita. Bukan agar kita jatuh, melainkan agar tekanan tersebut dapat menjadi suatu acuan bagi kita untuk berlari lebih jauh.

Comments