LIFE REACTOR
  • Home
  • JKI IMAGE
    • About Us
    • Community
    • Divine Teaching
    • Ministries
    • Events
    • Networks
    • Projects
  • Divine Message
    • Latest Prophecy
    • Video and Podcast
    • Special Event
  • Misc
    • Music And Lyrics
    • E-Shop
  • Contact
4

Penggenapan Janji Tuhan

18 December, 2011 - Divine Teaching

Terkadang kita sering menerima janji-janji Tuhan yang luar biasa. Namun terkadang, sepertinya janji-janji itu belum juga tergenapi. Oleh sebab itu, kita sering merasa bahwa janji atau firman Tuhan yang diberikan itu salah atau menjadi sesuatu yang tak mungkin tergenapi. Namun firman Tuhan selalu berkata bahwa Firman yang sudah dikeluarkan tak akan kembali dengan sia-sia.

“Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub, dan firman-Nya itu menimpa Israel” Yesaya 9:7

Dalam ayat tersebut, kata yang digunakan adalah kata “menimpa” yang berarti diberikan. Firman tersebut diberikan kepada Yakub dan akhirnya memiliki dampak yang luar biasa pula kepada Israel. Hal itu kembali menekankan kita bahwa setiap Firman yang diberikan atau dilimpahkan pasti akan membawa hasil yang luar biasa,

  1. Pengertian yang pertama adalah bahwa Israel adalah sebuah identitas diri atau nature yang baru dari seorang Yakub.Karena itulah, hal-hal luar biasa baru terjadi dalam hidup Yakub setelah dirinya menjadi seorang “Israel”. Transformasi seorang Yakub menjadi seorang Israel bukan hanya sebuah transformasi nama, namun itulah titik dimana Yakub mengubah nature yang dimilikinya. Karena itu juga, bila kita ingin banyak hal luar biasa terjadi dalam hidup kita, hal utama yang harus kita miliki adalah kapasitas yang cukup dan sebuah persiapan.Saat Tuhan memberikan sebuah firman kepada kita, sebelum firman itu tergenapi, kitalah yang harus menyelaraskan kapasitas kita dengan firman itu, bukannya malah menurunkan nilai firman tersebut. Karena itu, jangan pernah hanya menunggu suatu janji untuk tergenapi, tetapi kitalah yang harus berubah, memiliki kapasitas yang cukup, hingga barulah kita bisa menerima apa yang sudah Tuhan persiapkan bagi kita.Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara kita bisa mengubah nature yang kita miliki. Yang pertama adalah hidup kita harus berpaut pada suatu pola/pattern yang benar. Yang kedua adalah kita harus sebisa mungkin menata ulang kehidupan/gaya hidup ilahi yang kita miliki. Beberapa langkah yang bisa kita lakukan adalah dengan merubah input (apa yang didengar, dilihat dll) yang kita miliki karena inputlah yang menentukan produk. Lalu, kita harus bisa menentukan siapa orang-orang terdekat yang berada disekitar kita. Karena sebagai seorang manusia, keadaan disekitar kita akan menjadi suatu pengaruh utama dalam kehidupan kita. Langkah selanjutnya untuk menata hidup kita adalah dengan meminta peranan besar Roh Kudus.
  2. Pengertian kedua dari ayat tersebut berada pada kata-kata Yakub dan Israel.Yakub adalah suatu kata single menjadi Israel yaitu suatu kata yang bersifat jamak. Karena itu, sebuah janji atau firman yang diterima secara pribadi sangat bisa memiliki dampak yang luar biasa untuk sesuatu yang bersifat jamak, sebagai contoh adalah kepada sebuah komunitas, keluarga, gereja dll.Karena itu, kembali lagi kepada pribadi tersebut. Bukan karena Yakub memiliki anak-anak sehingga ia disebut sebagai bangsa Israel, tetapi karena diri Yakub yang sudah menjadi Israel, dampaknya adalah semua anak-anak Yakub bisa dikatakan sebagai bangsa Israel. Karena itu, pribadi yang menerima janji tersebut harus bisa memastikan bahwa janji yang diterimanya dapat diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya. Dan karena hal itu, maka pribadi tersebut harus bisa memiliki suatu legacy yang dapat diwariskan. Setelah itu, barulah Tuhan bisa mempercayakan janjiNya kepada kita.

Namun, hal-hal tersebut tidak dengan begitu saja terwariskan kepada generasi-generasi berikutnya. Harus ada banyak langkah-langkah sebelumnya.

  1. Yang pertama adalah bahwa pribadi tersebut harus memiliki sebuah posisi rohani. Karena, orang tanpa posisi rohani tidak akan bisa mewariskan apa-apa.
  2. Yang kedua adalah, pribadi tersebut harus memiliki sesuatu kekayaan sorga yang bisa diwariskan. Tidak mungkin seorang mewariskan sesuatu yang tidak dimilikinya sejak awal.
  3. Berikutnya adalah, suatu warisan dapat diwariskan melalui suatu perkataan atau suatu impartasi.Kepada kita juga, tidak akan mudah untuk menerima suatu warisan, ada hal-hal yang harus kita perhatikan:
  • Yang pertama adalah hubungan kita dengan pemberi warisan tersebut. Berarti kita harus memiliki suatu hubungan yang baik dengan bapak rohani kita.
  • Berikutnya adalah, hubungan yang kita miliki haruslah sebuah hubungan ikatan janji atau yang biasa disebut sebagai covenant relationship. Karena itulah, kita harus beriman dan percaya sepenuhnya bahwa suatu firman atau janji yang telah kita terima dari Tuhan sekarang bukanlah suatu janji yang sia-sia. Tetapi janji itu akan membawa dampak yang luar biasa, bukan hanya kepada diri kita, bahkan kepada komunitas dan kepada generasi-generasi yang berikutnya.
Add a comment

Comments

  1. paulina, February 24, 2012
    Great inspiration! Can't wait to see the next writings. GBU Reply
  2. chris, December 18, 2011
    Sangat memberkati... GBU Reply
  3. admin, December 18, 2011
    Tulisan yang bagus... keep it up! Reply
    • winda, December 18, 2011
      Thx Gbu2 Reply

Add a comment

Top
Click here to cancel reply.
(it will not be shared)

Categories:

  • Music And Lyrics

View more:

  • IMAGE Community
  • IMAGE Events
  • IMAGE Networks
Contact Us

What We Plan

  • Build Innerman
  • Divine Position
  • Covenant Relationship
  • Inauguration From God
  • Establish God's Kingdom

RSS & Dashboard

  • Log in
  • Entries RSS
  • Comments RSS
  • WordPress.org

Connected to

  • Ps. Dr. Jonathan David
  • Ps. Dr. Tunde Bakare
  • Ps. Leonardo A. Sjiamsuri
  • Ps. Steven Agustinus

Recent Post

  • Terjadinya Pelipat Gandaan
  • Kemenangan Israel atas Amalek
  • Tahun Perkenanan Tuhan
  • Yesus Ditolak
Twitter Facebook Flickr deviantART RSS Feed

© 2011 LifeReactor.com. Join this charriot!